Pelanggan yang membuat anda sukses..

Intisari dari sebuah bisnis adalah bagaimana anda memberikan suatu nilai tambah atau manfaat kepada orang lain melalui produk atau jasa yang anda tawarkan. Semakin besar manfaat yang anda berikan, semakin sukses bisnis anda. Kenapa? Karena semakin banyak orang membutuhkan atau memanfaatkan bisnis anda.
Lalu, bagaimana cara seorang entrepreneur mencari ide bisnis yang akan memberikan manfaat kepada orang banyak? Jawabannya adalah gampang. Zaman seperti ini bukan hal yang sulit untuk bertanya langsung kepada calon pelanggan anda menggunakan survei, sosial media atau tanya langsung kepada mereka. Semua bergantung dari seberapa kuat keinginan anda untuk mengetahui kesuksesan dari ide bisnis anda. Semakin banyak orang yang mendukung anda, semakin besar kemungkinan ide tersebut membuat anda sukses menjadi entreprenuer.
Hehe.. ternyata gampang kan jadi entrepreneur sukses? Intinya adalah bagaimana bisnis anda dapat memberikan nilai tambah kepada customers anda. Semakin besar nilai tambah yang anda berikan, semakin tinggi peluang anda menjadi pebisnis sukses. Ada yang bilang rumus sukses adalah passion + customers + skill yang tepat. Setelah anda baca artikel ini pasti anda lebih tahu kira-kira bagian mana yang paling penting untuk mendapatkan kesuksesan yang anda cari.
Nantikan tips and tricks tentang menjadi entrepreneur lainnya di yunanharis.com

Rencanakan bisnis anda dengan 3 langkah mudah

Apakah anda adalah salah seorang yang bermimpi untuk menjadi entrepreneur? Menjadi bagian dari fenomena hebat jaman milenial, menjadi sukses di usia muda? Jika iya artikel berikut cocok untuk anda.
Memulai sebuah start up, menjalani hidup sebagai entrepreneur memang tidak semudah dan seindah cerita-cerita orang-orang yang sudah sukses. Tapi tidak perlu rumit-rumit berpikir membuat rencana, apalagi sampai sekolah mahal-mahal disekolah bisnis. Karena jika anda ingin memulai sebuah bisnis yang dibutuhkan adalah 3 hal simpel yaitu:
  1. Produk atau servis yang kita jual
  2. Sekelompok orang yang akan membayar untuk produk atau servis tersebut (customers)
  3. dan cara untuk dibayar dari pembelian tersebut.
Misalkan anda adalah orang yang sangat suka dengan kebab, setiap ada kedai kebab baru yang ada dikota anda, anda pasti adalah salah seorang yang akan mencobanya lebih dulu dari rekan-rekan anda. Dan teman-teman anda mengakui bahwa andalah ahlinya dalam ‘kebab tasting’. Tapi apakah ada orang yang akan membayar anda untuk selalu mencoba kebab baru? ataupun jika anda membuka jasa konsultan perkebaban, mungkin hanya sedikit orang yang akan membayar untuk jasa anda.
Contoh lainnya saya menjual buku saya lewat website saya, banyak yang ingin membeli buku saya, tapi saya tidak mencantumkan bagaimana para calon pembeli bisa membeli buku saya, bisnis saya tersebut menjadi tidak sempurna.
Selain dari 3 hal diatas tadi, hal yang terpenting dalam membuat sebuah bisnis baru adalah mulai untuk bertindak. Sebagai entrepreneur, hal yang terasa memberatkan bukanlah tantangan dari luar tetapi lebih kepada bagaimana anda menghadapi keraguan dan ketakutan anda.
Semoga artikel diatas dapat membantu anda untuk medapatkan pencerahan untuk mewujudkan mimpi anda menjadi entrepreneur. Tunggu tips and trick berikutnya dalam membuat start up di yunanharis.com

CTQ or Critical To Quality

Hi, selamat datang di yunanharis.com, kali ini saya akan membahas tentang 3 huruf ajaib terutama untuk pebisnis pemula (seperti saya, hehe). Saat ini memang terkesan rumit, mari kita bahas bersama-sama.
Analoginya yang saya pelajari seperti ini, jika ada akibat pasti ada sebab, dan jika kita tahu sebab dari sebuah akibat pasti kita akan melakukan beberapa tindakan. Jika akibatnya itu buruk untuk anda, pasti anda akan melakukan tindakan-tindakan yang mencegah kejadian tersebut menimpa anda, dan begitu pula sebaliknya.
Nah, CTQ ini simplenya adalah mencoba mencari dasar atau alasan dari akibat-akibat yang terjadi diperusahaan anda.
Dan akibat disini karena skala koorporasi, bisa juga diartikan KPI dari perorangan di perusahaan. Dengan mengetahui alasan dari parameter di KPI tersebut ybs bisa menjadi lebih mengerti kenapa mereka harus mengerjakan ini atau itu.

Misalkan seorang pengusaha bernama Joko meluncurkan sebuah toko yang menjual perlengkapan anak kecil. Setelah berbicara dengan calon pembeli yang ada, ia mengidentifikasi satu kebutuhan pokok yaitu “good customer service”. Jadi, Joko menggunakan CTQ tree untuk membuat daftar requirement performansi yang dapat diukur yang akan menolongnya dalam mencapai good quality service yang tadi.

Berikut kami berikan CTQ tree hasil dari identifikasi oleh Joko:

Dari contoh diatas kita dapat melihat bahwa KPI ada pada bagian Quality Driver dan Parameter sukses atau gagal ada dibagian performance requirement dengan Need sebagai alasan utama dari penentuan KPI tersebut. Dengan teknik CTQ ini anda sebagai pebisnis bisa melihat lebih jelas KPI yang anda berikan kepada team anda apakah sudah sesuai dengan hal-hal yang anda ingin ciptakan di bisnis anda.
semoga anda terinspirasi!